Legenda Sangkuriang dan Asal-Usul Terbentuknya Gunung Tangkuban Perharu

Siapa yang tidak pernah mendengar kisah Sangkuriang? Pasti setidaknya kita semua tahu mengenai sekilas dari kisah legenda yang sangat populer satu ini. Konon katanya, gunung Tangkuban Perahu yang kini dapat kita lihat merupakan perwujudan dari perahu yang ditendang oleh Sangkuriang, loh.  

Untuk kamu yang sudah penasaran dengan kisah dari Sangkuriang ini, yuk kita lihat seperti apa kisahnya.

Tangkuban Perahu

Dikisahkan pada zaman dahulu ada seekor babi yang melewati sebuah hutan belantara. Babi hutan yang sedang merasa kehausan tersebut mencoba mencari mata air. Saat tengah mencari, ia pun menemukan mata air tertampung yang terdapat di pohon.

Babi tersebut pun meminumnya dan melepaskan dahaga. Tanpa disadari babi tersebut, itu merupakan air seni dari Raja Sungging Perbangkara. Karena sang raja merupakan sosok yang sakti, babi hutan tersebut pun hamil setelah meminum air seninya.

Karena hal tersebut, babi tersebut pun hamil selama sembilan bulan dan melahirkan seorang bayi cantik. Mengetahui ada seekor babi yang hamil karena air seninya, Raja Sungging Purbangkara pun memerintahkan untuk mengambil bayi tersebut dan membawanya ke kerajaan.

Dayang Sumbi pun tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik. Banyak raja dan pangeran yang tertarik dan ingin menjadikan Dayang Sumbi sebagai istri mereka. Tetapi semuanya ditolak oleh Dayang Sumbi. Namun tanpa disangka-sangka, mereka yang ditolak Dayang Sumbi saling berperang untuk dapat memperebutkan dirinya.

Mengetahui hal tersebut Dayang Sumbi merasa sedih, ia pun memohon kepada sang ayah untuk mengasingkan dirinya. Sang raja pun mengijinkan anaknya tersebut untuk dapat mengasingkan diri. Dayang Sumbi mengasingkan diri di sebuah bukit ditemani dengan seekor anjing jantang bernama dengan si Tumang.

Pada suatu ketika, Dayang Sumbi yang tengah menenun mendapati peralatan tenunnya jatuh. Karena ia merasa malas untuk mengambil alat tenunnya tersebut, ia pun mengatakan kalau ada seorang lelaki yang mengambil peralatan tenun tersebut maka ia akan menjadikan lelaki tersebut seorang suami, sedangkan jika seorang wanita yang mengambil maka ia akan menjadikan wanita tersebut saudara.

Ternyata tanpa disangka, Tumanglah yang mengambilkan tenunan tersebut ke Dayang Sumbi. Ternyata Tumang merupakan seorang titisan dewa, sehingga Dayang Sumbi pun memenuhi ucapannya. Ia menikah dengan Tumamg sang titisan dewa yang dibuang ke bumi karena dikutuk menjadi hewan. Beberapa bulan kemudian, Dayang Sumbi melahirkan seorang anak laki-laki yang ia beri nama Sangkuriang.

Waktu berlalu, Sangkuriang kini telah tumbuh menjadi pemuda dengan wajah yang tampan. Suatu ketika Dayang Sumbi yang ingin makan hati kijang. Ia meminta Sangkuriang untuk mencarikan hati kijang di hutan dengan membawa Tumang.

Namun setelah sekian lama, mereka tidak kunjung mendapatkan kijang. Takut mengecewakan hati ibunya, Sangkuriang pun memutuskan untuk membunuh Tumang dan mengambil hati dari anjing yang sebenarnya merupakan ayahnya tersebut.

Sangkuriang membawa hati tumang dan memberikannya ke sang ibu. Dayang Sumbi yang tidak tahu itu hati suaminya pun memasak dan memakannya. Tapi ketika ia tahu bahwa hati tersebut merupakan hati Tumang, Dayang Sumbi sangat marah dan memukul kepala Sangkuriang hingga terluka. Sangkuriang pun kabur ke Timur karena ia merasa sakit hati saat tahu Dayang Sumbi lebih menyayangi seekor anjing dibandingkan dirinya.

Dayang Sumbi memohon maaf kepada para dewa atas perilaku anaknya yang telah membunuh Tumang. Ia pun dimaafkan dan diberikan kecantikan abadi oleh para dewa.

Waktu kembali berlalu, Dayang Sumbi tetap menjadi seorang wanita cantik meski usianya kini tidak muda lagi. Suatu ketika ia bertemu dengan seorang pemuda gagah yang mengagumi kecantikannya. Mereka berdua pun merasa sudah cocok dan akan memutuskan untuk menikah.

Suatu ketika saat Dayang Sumbi hendak membantu Sangkuriang untuk mengenakan penutup kepala, ia melihat ada tanda bekas luka di kepala Sangkuriang. Ia pun yakin jika Sangkuriang merupakan anaknya. Tetapi setelah mendengarkan penjelasan dari Dayang Sumbi, Sangkuriang tetap kekeh untuk menikahi Dayang Sumbi karena ia tidak percaya jika ibunya masih memiliki paras rupawan seperti Dayang Sumbi.

Karena hal itu, Dayang Sumbi pun melemparkan satu permintaan kepada Sangkuriang, yakni untuk membangun perahu besar dalam satu malam, tepat sebelum fajar terbit.

Rasa cintanya yang besar membuat Sangkuriang pun bersedia melakukannya. Dengan bantuan dari para makhluk halus, perahu yang dibangun oleh Sangkuriang tersebut pun hampir selesai.

Khawatir Sangkuriang akan segera menyelesaikan pembangunan perahu tersebut, Dayang Sumbi pun berinisiatif untuk membangunkan warga dan menumbuk lumbung di pagi hari. Hal itu membuat ayam-ayam terbangun dan membuat mereka berkokok lebih cepat.

Merasa gagal untuk menyelesaikan satu permohonan dari Dayang Sumbi, Sangkuriang pun marah. Ia menendang perahu yang hampir selesai itu sampai terbalik. Perahu tersebut berubah menjadi sebuah gunung yang kini kita kenal dengan nama Tangkuban Perahu.

Daftar 8 Tradisi Unik Negara-negara di Dunia, No. 5 Paling Aneh

Setiap negara memiliki tradisi unik mereka sendiri dan membuat ini menjadi keunikan yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Tradisi biasanya sudah ada dan dilakukan oleh para leluhur, lalu masih dilakukan hingga saat ini.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, setiap tradisi ini memiliki keunikannya masing-masing dan menjadi ciri khas dari sebuah masyarakat adat yang ada di berbagai negara agar dapat dengan mudah dikenali oleh masyarakat luar.

Berikut ini kami akan menunjukkan beberapa tradisi unik paling unik di beberapa negara.

Tradisi Unik Negara Dunia

1. Api Unggun Paskah – Jerman

Pertama yang akan kami bahas adalah api unggun paskah yang terdapat di Jerman. Di berbagai bagian negara, orang Jerman biasanya menyalakan api unggun besar. Ini merupakan kegiatan yang sudah sangat lama mereka lakukan. Tradisi ini mereka lakukan untuk menyambut musim semi dan mengusir roh jahat.

2. Menyeruput Makanan – Jepang

Di beberapa negara yang ada di dunia, menyeruput makanan dapat dinilai sebagai tindakan yang kurang sopan. Tetapi ternyata di Jepang, menyeruput makanan dinilai sebagai cara untuk menghormati yang memasak makanan tersebut. Bahkan jika kamu tidak menyeruput ketika makan mie, ini dinilai tidak sopan.

3. Memanggan Uang Dalam Makanan – Bolivia

Ternyata ada tradisi unik di Bolivia yang mungkin akan terasa aneh untuk banyak orang di dunia, yakni memanggang koin di dalam kue ketika tahun baru. Diyakini siapapun yang menemukan koin tersebut, maka ia akan mendapatkan koin tersebut ia akan mendapatkan keberuntungan di tahun depan.

4. Melempar Gigi – Yunani

Ketika gigi anak-anak tanggal, di Yunani mereka akan membuang gigi tersebut ke atap. Hal ini diharapkan agar nantinya gigi dewasa mereka dapat tumbuh lebih cepat dan lebih kuat.

5. Memotong Rambut Sekali Sumur Hidup – China

Biasanya banyak wanita yang merasa jika rambut mereka terlalu panjang, mereka akan memotongnya. Tetapi ternyata ada desa di China yang di mana wanita di sana memiliki rambut yang sangat panjang. Desa bernama Huangluo Red Yao ini memiliki tradisi untuk memanjangkan rambut mereka. Biasanya dalam kesehariannya, mereka akan membungkus rambut mereka dengan kerudung. Tetapi ada festival yang di mana mereka akan membiarkan rambut mereka tergerai, melakukan keramas, dan menyisir rambut.

6. Lempar Tomat – Spanyol

Mungkin kamu sudah sangat familiar dengan tradisi lempar tomat yang ada di Spanyol ini, karena tradisi ini sangat terkenal di seluruh dunia. Festival yang sudah dimulai sejak tahun 1945 ini kini diadakan setiap tahunnya pada hari Rabu terakhir pada bulan Agustus.

7. Es Krim Musim Dingin – Mongolia

Waktu yang tepat untuk mengonsumsi es krim biasanya adalah ketika hari tengah terik dan terasa panas. Namun berbeda di Mongolia, di mana mereka ternyata lebih suka untuk mengonsumsi es krim ketika hari terdingin di musim dingin. Akan ada pedagang yang menjual eskrim tanpa perlu memasukkannya ke dalam lemari pendingin.

8. Memilih Takdir – Korea Selatan

Terakhir yang akan kami bahas adalah tradisi Doljabi, yakni tradisi yang dilakukan oleh orang Korea Selatan pada anak mereka yang menginjak hari ulang tahun pertama mereka. Nantinya, anak tersebut akan diminta untuk memilih satu dari beberapa barang yang terdapat dihadapannya.

Itulah beberapa tradisi unik yang ada di dunia, mana yang paling menarik perhatian kamu?

Mengenal Tingkeban, Upacara Adat Asal Jawa Rayakan Kehamilan Anak Pertama

Terdapat berbagai cara yang umumnya dilakukan oleh masyarakat dalam merayakan suatu momen yang spesial. Salah satu momen spesial yang kerap kali dirayakan oleh orang-orang adalah kehamilan anak pertama.

Dari sekian banyak upacara menarik mengenai kehamilan di Indonesia, yang hari ini akan kami bahas adalah upcara Tingkeban. Ini merupakan tradisi slametan yang dilaksanakan ketika usia kandungan ibu menginjak 7 bulan. Tetapi tradisi ini hanya dapat dilakukan jika anak yang dikandung adalah anak pertama untuk sang ibu.

Acara ini memiliki makna kalau pendidikan untuk anak telah ditanamkan sejak masih berada di dalam rahim ibu. Pada acara ini, ibu akan dimandikan dengan air kembang. Tujuan utamanya adalah agar bayi yang ada di dalam kandungan dapat lahir dengan sehat dan juga tentunya selamat.

Diyakini tradisi ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Kediri saat diperintah oleh Raja Jayabaya. Kala itu terdapat pasangan suami Istri yang di mana mereka memiliki 9 orang anak. Namun semua anak mereka tidak ada yang berumur panjang.

Sebab itu pasangan suami istri ini pun mengatakan kepada raja mengenai cobaan yang tengah menimpa mereka. Kemudian sang raja pun memberikan petunjuk kepada sang Istri, di mana ia harus mandi menggunakan air suci di hari Rabu dan Sabtu menggunakan gayung tempurung yang diikuti dengan pembacaan doa.

 Setelah selesai mandi, ia lalu menggunakan kain yang bersih dan dijatuhkannya dua butir kelapa gading melalui antara jarak perut dan pakaian. Ketika sang istri hamil, ia lalu melilitkan daun tebu wulung di perutnya, setelah itu daun tersebut dipotong dengan keris. Semua petuah tersebut pun harus dijalankan secara teratur dan juga cermat. Sejak saat itu masyarakat mulai menjalankan tradisi Tingkeban ini.

Ada dua perlengkapan yang diperlukan untuk melakukan upacara Tingkeban ini, yaitu untuk mereka yang golongan bangsawan dan untuk rakyat biasa.

Untuk para bangsawan, yang perlu dipersiapkan ada tumpeng robyong, tumpeng gundul, sekul asrep-asrepan, ayam hidup, sebutir kelapa, lima macam bubur, dan jajanan pasar. Sedangkan kendurinya terdiri dari beragam jenis makanan, seperti nasi majemukan, tujuh macam nasi, pecel ayam, sayur menir, ketan kolak, apem, nasi gurih, ingkung, nasi punar, ketupat, rujak, dawet, air bunga, dan kelapa tabonan.

Untuk rakyat biasa, ada pula beberapa hal yang perlu dipersiapkan, seperti sego hangan, jajanan pasar, jenang abang putih, jenang baro-baro, emping ketan, tumpeng robyong, sego golong, sego liwed, dan bunga telon. Untuk kendurinya yang perlu dipersiapkan ada sego gurih, sego ambegan, jajanan pasar, ketan kolak, apem, psang raja, sego jajanan, tujuh buah tumeng, jenang, kembang boreh, dan kemenyan.

Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam upacara Tingkeban ini, yaitu siraman, sesuci, pecah pamor, brojolan, sigaran, nyampingan, luwaran dan simparan, wiyosan, kudangan, kembulan dan unjakan, kukuban, rencakan, rujakan, dan dhawetan. Upacara ini biasa dilakukan pada hari Selasa atau Sabtu di pukul 11.00-16.00. Saat terbaik untuk melakukan acara ini adalah saat tanggal ganjil sebelum bulan purnama.